Pendampingan terhadap Kelompok KWT Anggrek dalam pengurusan perizinan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga)

Dinas kesehatan Landak
Perkumpulan PENA memfasilitasi kelompok KWT Anggrek untuk Mengurus Perizinan PIRT di Dinas Kesehatan

Home Industri: untuk menjamin usaha makan/minuman rumahan yang di jual dan beredar di masyarakat memenuhi standar keamanan makanan atau izin edar produk pangan, maka di perlukan perizinan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga)

berikut link tentang cara mengurus perizinan PIRT

klik link ini

Dinas Pertanian Landak
Pengurusan Sertifikat Pelatihan Kelompok KWT Anggrek yaitu salah satu syarat Pembuatan PIRT di Dinas Pertanian

Dalam hal ini Perkumpulan PENA mendampingi kelompok Ibu-ibu dalam Pembuatan PIRT. Salah satu nya pada kelompok KWT anggrek di Desa tubang raeng,  kelompok  KWT Anggrek ini mengolah ubi dan pisang menjadi keripik ubi dan keripik pisang.
Berikut adalah beberapa foto-foto kegiatan kelompok ibu-ibu KWT Anggrek dalam mengolah usaha keripik mereka.

KWT Anggrek
ibu-ibu bergotong royong mengupas dan membersihkan ubi

 

DSC_6343
kelompok ibu-ibu KWT Anggrek sedang mengiris ubi secara bergantian
DSC_6336
Kelompok Ibu-ibu KWT Anggrek sedang mengupas kulit pisang
DSC_6364
kelompok ibu KWT Anggrek sedang mengiris buah pisang

 

Perkumpulan PENA dan WRI kerjasama Tentang Kesehatan Reproduksi Perempuan

klik untuk tonton video

Desa Pandan Sembuat merupakan salah satu desa yang berada di kecamatan tayan hulu, kabupaten sanggau yang di kelilingi oleh Perkebunan Kelapa Sawit. Dengan adanya Perkebunan Kelapa sawit tentunya akan menimbulkan dampak positif dan negatif disekitar daerah wilayah perkebunan. Dari bidang kesehatan Reproduksi khususnya kaum perempuan, dalam hal ini PENA bekerja sama dengan WRI memfasilitasi

Lanjutkan membaca Perkumpulan PENA dan WRI kerjasama Tentang Kesehatan Reproduksi Perempuan

EMPOWERMENT ; W.Kalimantan women get environmental, legal training

Severianus Endi

THE JAKARTA POS/ PONTIANAK

A member of a women’s group, Kristina, 33, sat at the side of the room during a recent seminar at a hotel in  Pontianak, breast-feeding her baby.

Along with her colleagues, Kristina has attended a number of meetings held in villages by NGO Pena Group in recent years, with topics of discussion ranging from legal and environmental management issues to learning about social changes.

“Initially, we were hesitant because woman are often sidelined,  but now we voice our thoughts boldly,” said Kristina, a resident of Nanga Mau village in remote sintang regency, West Kalimantan. To reach Pontianak, the provincial capital, she has to travel all night.

Kristina was among 30 women from

Lanjutkan membaca EMPOWERMENT ; W.Kalimantan women get environmental, legal training

Pemberdayaan